[about]

[about]

Pahlawan Nasional Asal Banua Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah

Senin, 12 November 2018, 17:04 WIB Last Updated 2018-11-12T09:11:49Z
---


Pahlawan Nasional Asal Banua Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah


Banjarmasin, BARITO

Pengamat sosial Dr H Akhmad Murjani berpendapat pemerintah daerah dapat mengusulkan sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan masuk kurikulum pendidikan formal atau sekolah.

“Saya kira perlu dibahas sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan dengan legislatif, eksekutif serta komponen lainnya. Ya bagaimana formatnya diatur dan dikoordinasikan. Jadi sudah seharusnya sejarah pahlawan asal Kalimantan Selatan itu masuk kurikulum sekolah formal," tutur Akhmad Murjani, ketika dikonfirmasi Sabtu (10/11/2018)


Ia mengakui, usulan masuknya pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan dalam kurikulum mata pelajaran sejarah ini diharapkan bisa menjadi teladan bagi pelajar dan generasi bangsa untuk melanjutkan perjuangan pendahulunya.

”Tidak hanya untuk kurikulum muatan lokal, tetapi muatan nasional pun harus diusulkan ke pemerintah pusat nantinya. Sehingga sejarah perjuangan pahlawan bisa diketahui dan diteladani generasi bangsa,” tambah Caleg DPRD Kalsel asal PPP ini.

Senada itu, mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin H Candra Bayu sangat sependapat, jika muatan lokal ditambah dengan kurikulum sejarah pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan. “Ini sangat bagus, dan bisa menjadi pelajaran siswa di bangku sekolah. Semoga bisa terealisasi, » ujar Politisi Golkar yang juga pengusaha konstruksi ini.

Di tempat terpisah, politisi Partai NasDem HM Haris mengungkapkan, kegembiraannya bertambahnya pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan. ‘Saya kira seiring bertambahnya pahlawan nasional dari Kalimantan Selatan, maka selayaknya sejarah para pahlawan nasional asal Bumi Lambung Mangkurat dimasukkan dalam kurikulum lokal, bahkan nasional juga harus diperjuangkan,’ imbuhnya.   


Ir PHM Noor menjadi orang keempat asal Kalimantan Selatan yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, setelah tiga orang sebelumnya yaitu Pangeran Antasari, Brigjen H Hassan Basry, dan KH Idham Chalid.(afdi)


Komentar

Tampilkan

Terkini