Pahlawan Nasional Asal Banua Diusulkan Masuk
Kurikulum Sekolah
Banjarmasin,
BARITO
Pengamat sosial Dr H Akhmad Murjani berpendapat
pemerintah daerah dapat mengusulkan sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Kalimantan
Selatan masuk kurikulum pendidikan formal atau sekolah.
“Saya kira perlu dibahas sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan dengan legislatif, eksekutif serta komponen lainnya. Ya bagaimana formatnya diatur dan dikoordinasikan. Jadi sudah seharusnya sejarah pahlawan asal Kalimantan Selatan itu masuk kurikulum sekolah formal," tutur Akhmad Murjani, ketika dikonfirmasi Sabtu (10/11/2018)
“Saya kira perlu dibahas sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan dengan legislatif, eksekutif serta komponen lainnya. Ya bagaimana formatnya diatur dan dikoordinasikan. Jadi sudah seharusnya sejarah pahlawan asal Kalimantan Selatan itu masuk kurikulum sekolah formal," tutur Akhmad Murjani, ketika dikonfirmasi Sabtu (10/11/2018)
Ia mengakui, usulan masuknya pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan dalam
kurikulum mata pelajaran sejarah ini diharapkan bisa menjadi teladan bagi
pelajar dan generasi bangsa untuk melanjutkan perjuangan pendahulunya.
”Tidak hanya untuk kurikulum muatan lokal, tetapi muatan nasional pun harus diusulkan ke pemerintah pusat nantinya. Sehingga sejarah perjuangan pahlawan bisa diketahui dan diteladani generasi bangsa,” tambah Caleg DPRD Kalsel asal PPP ini.
”Tidak hanya untuk kurikulum muatan lokal, tetapi muatan nasional pun harus diusulkan ke pemerintah pusat nantinya. Sehingga sejarah perjuangan pahlawan bisa diketahui dan diteladani generasi bangsa,” tambah Caleg DPRD Kalsel asal PPP ini.
Senada itu, mantan anggota DPRD Kota
Banjarmasin H Candra Bayu sangat sependapat, jika muatan lokal ditambah dengan
kurikulum sejarah pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan. “Ini sangat
bagus, dan bisa menjadi pelajaran siswa di bangku sekolah. Semoga bisa
terealisasi, » ujar Politisi Golkar yang juga pengusaha konstruksi ini.
Di tempat
terpisah, politisi Partai NasDem HM Haris mengungkapkan, kegembiraannya
bertambahnya pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan. ‘Saya kira seiring
bertambahnya pahlawan nasional dari Kalimantan Selatan, maka selayaknya sejarah
para pahlawan nasional asal Bumi Lambung Mangkurat dimasukkan dalam kurikulum
lokal, bahkan nasional juga harus diperjuangkan,’ imbuhnya.
Ir PHM Noor menjadi orang keempat asal Kalimantan Selatan yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, setelah tiga orang sebelumnya yaitu Pangeran Antasari, Brigjen H Hassan Basry, dan KH Idham Chalid.(afdi)
Ir PHM Noor menjadi orang keempat asal Kalimantan Selatan yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, setelah tiga orang sebelumnya yaitu Pangeran Antasari, Brigjen H Hassan Basry, dan KH Idham Chalid.(afdi)