Ambapers Targetkan Jadi Badan Usaha Pelabuhan
Banjarmasin,
BARITO
PT Ambang Barito Nusa Persada
(Ambapers) terus berbenah diri agar bisa menjadi salah satu Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD) yang strategis bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel
kedepannya.
Salah satu upayanya adalah
mewacanakan pengembangan bisnis tidak hanya pada pengelolaan alur barito saja,
namun berkembang menjadi salah satu badan usaha yang ada di Pelabuhan Trisakti
Banjarmasin.
"Kita nanti memang arahnya
kesana, berkembang menjadi Badan Usaha Pelabuhan. Adapun bisnisnya sendiri
macam-macam, baik itu kargo, perkapalan hingga penyewaan lahan untuk keperluan
peti kemas," jelas Direktur Utama PT Ambapers Syaiful Adhar saat dikonfirmasi
pers dalam perayaan HUT ke-14 PT Ambapers di Swiss Bel Banjarmasin, Selasa
malam (28/3/2018).
Foto : Afdi
Bagi Syaiful, pengembangan menjadi
Badan Usaha Pelabuhan dipandang menjanjikan, mengingat pengiriman barang dari
pulau Jawa ke Kalsel maupun Kalteng melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
terus meningkat tiap tahunnya.
"Ini tentu harus bisa
dimanfaatkan oleh PT Ambapers untuk bisa mengembangkan bisnisnya. Karena itulah
kita mulai berbenah diri dengan menyiapkan Sumber Saya Manusia (SDM) yang
kompeten untuk bisa mewujudkannya," tambahnya.
Menurutnya, selain persoalan SDM,
memang pengembangan menjadi Badan Usaha Pelabuhan juga memiliki tantangan
lainnya, khususnya terkait investasinya yang tidak sedikit.
Foto : Afdi
"Karena itulah kita terus
berupaya mencoba meningkatkan pendapatan pada bisnis utama terlebih dahulu,
salah satunya melakukan penyesuaian fee chanel bagi kapal yang masuk ke alur
barito dengan mengusulkan perubahan Perda. Dengan begitu tentunya kita bisa
memperoleh laba yang besar untuk disisihkan sebagian untuk mengembangkan badan
usaha pelabuhan," terangnya.
Selama ini ditambahkannya, tiap
tahunnya bagi hasil yang diberikan PT Ambapers kepada Pemprov Kalsel terus
mengalami kenaikan. Bahkan di tahun 2017 lalu bagi hasil yang diberikan
mencapai Rp 23,8 Miliar, jauh lebih tinggi dari realisasi tahun 2016 lalu yang
hanya mencapai Rp 22,6 Miliar.
"Itu hanya dari fee chanel yang
ditarik di alur barito saja. Kalau usaha kita bisa berkembang lagi kedepannya
menjadi Badan Usaha Pelabuhan, tentunya bisa jauh kebih besar yang bisa
diberikan pada Pemprov Kalsel," imbuhnya. (afdi)
