Dorong Pariwisata Kalsel Berbasis Masyarakat
Banjarmasin, BARITO
Pariwisata
berbasis masyarakat, dan pemerintah mendorong untuk peningkatan ekonomi
Kalimantan Selatan. Sebab itu setiap lokasi wisata ada kelompok sadar wisata,
dan mereka lah yang mengelola objek wisata.
“Ini yang
menjadi andalan kita untuk mengembangkan objek wisata di Kalimantan Selatan.
Kita berdayakan masyarakat dalam mengelola pariwisata di daerah,” kata Kadis Pariwisata Kalsel Heriansyah,
Minggu (4/3/2018).
Kini,
sambungnya, wisata religi sangat tinggi minat ke Kalsel, bahkan terjadi
peningkatan 600 ribu kunjungan wisata di Taman Siring Bakantan Banjarmasin pada
tahun 2017, dan diperkirakan tahun 2018 akan lebih meningkat lagi.
"Tiap tahun
terjadi kenaikan kunjungan wisata di Kalimantan Selatan, termasuk Taman Siring
Bakantan Banjarmasin, dengan susur sungai dan wisata religinya," kata
Heriansyah.
Ia mencontohkan,
wisata religi seperti ziarah ke Makam Sultan Suriansyah, Sekumpul, Kalampaian,
kemudian wisata alam Kiram, Mandi Angin, Amanah Park, Rumah Pohon, Kampung
Purun, Gosokan Intan, Danau Seram, menjadi favorit pengunjung baik luar
Kalimantan maupun lokal dalam menikmati objek wisata.
Foto : Istimewa
Sektor Pariwisata sangat potensial untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dan
mempunyai multiplier effect yang sangat luas. Karena usaha-usaha di sektor
pariwisata terkait langsung dengan banyak sektor lain yang mempengaruhi
kehidupan ekonomi rakyat.
"Konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat merupakan langkah
efektif untuk menjadikan sektor pariwisata memberikan manfaat optimal kepada
masyarakat,’ bebernya.
strategi
khusus pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pariwisata dilakukan dengan konsep
community based tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat, adalah
dengan melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan program-program pariwisata. Masyarakat lokal menjadi pemanfaat utama
dari kegiatan pariwisata lokal. Konsep CBT banyak diterapkan dalam
penyelenggaraan wisata petualangan, wisata budaya, dan ecotourism sehingga
model CBT sangat cocok untuk pelestarian sumber-sumber daya lokal baik sumber
daya alam maupun budaya. (afdi)
