[about]

[about]

Dorong Pariwisata Kalsel Berbasis Masyarakat

Minggu, 04 Maret 2018, 17:44 WIB Last Updated 2018-03-04T09:45:43Z
---

Dorong Pariwisata Kalsel Berbasis Masyarakat

Banjarmasin, BARITO
Pariwisata berbasis masyarakat, dan pemerintah mendorong untuk peningkatan ekonomi Kalimantan Selatan. Sebab itu setiap lokasi wisata ada kelompok sadar wisata, dan mereka lah yang mengelola objek wisata.

“Ini yang menjadi andalan kita untuk mengembangkan objek wisata di Kalimantan Selatan. Kita berdayakan masyarakat dalam mengelola pariwisata di daerah,”  kata Kadis Pariwisata Kalsel Heriansyah, Minggu (4/3/2018).
Kini, sambungnya, wisata religi sangat tinggi minat ke Kalsel, bahkan terjadi peningkatan 600 ribu kunjungan wisata di Taman Siring Bakantan Banjarmasin pada tahun 2017, dan diperkirakan tahun 2018 akan lebih meningkat lagi.
"Tiap tahun terjadi kenaikan kunjungan wisata di Kalimantan Selatan, termasuk Taman Siring Bakantan Banjarmasin, dengan susur sungai dan wisata religinya," kata Heriansyah.
Ia mencontohkan, wisata religi seperti ziarah ke Makam Sultan Suriansyah, Sekumpul, Kalampaian, kemudian wisata alam Kiram, Mandi Angin, Amanah Park, Rumah Pohon, Kampung Purun, Gosokan Intan, Danau Seram, menjadi favorit pengunjung baik luar Kalimantan maupun lokal dalam menikmati objek wisata.
                                                                                                  Foto : Istimewa
Sektor Pariwisata sangat potensial untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dan mempunyai multiplier effect yang sangat luas. Karena usaha-usaha di sektor pariwisata terkait langsung dengan banyak sektor lain yang mempengaruhi kehidupan ekonomi rakyat.
"Konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat merupakan langkah efektif untuk menjadikan sektor pariwisata memberikan manfaat optimal kepada masyarakat,’ bebernya.
strategi khusus pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pariwisata dilakukan dengan konsep community based tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat, adalah dengan melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program pariwisata. Masyarakat lokal menjadi pemanfaat utama dari kegiatan pariwisata lokal. Konsep CBT banyak diterapkan dalam penyelenggaraan wisata petualangan, wisata budaya, dan ecotourism sehingga model CBT sangat cocok untuk pelestarian sumber-sumber daya lokal baik sumber daya alam maupun budaya. (afdi)


Komentar

Tampilkan

Terkini