[about]

[about]

Restorasi Gambut Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Senin, 12 Maret 2018, 16:29 WIB Last Updated 2018-03-12T08:29:18Z
---


Restorasi Gambut Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Banjarmasin, BARITO
Bila dikelola dengan baik, lahan gambut bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Namun tentu saja dalam pengelolaanya perlu tindakan tepat untuk melindungi lahan tersebut dari degradasi. Pengelolaan lahan gambut harus dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan sosial dan kesejahteraan tanpa membahayakan ekosistem.
Foto : TRGD
Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan kegiatan pembasahan ekosistem gambut, pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, perencanaan restorasi dan pemetaan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), pembangunan demonstration plot pertanian gambut terpadu serta pemasangan alat pemantau tinggi muka air.

Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan Saut Nathan Samosir mengatakan, restorasi lahan gambut di Kaliamantan Selatan telah terlaksana di tiga kabupaten sesuai target Badan Restorasi Gambut (BRG) di tahun 2017. “Harus kita akui realisasi restorasi gambut berjalan 100 persen, berupa pembuatan 125 sumur bor  dan paket peningkatan ekonomi masyarakat juga telah diberdayakan. Restorasi Gambut mampu dongkrak ekonomi masyarakat,” ujar Saut Nathan Samosir, Senin (12/3/2018).
                                                             Foto : Afdi
Ia menyebutkan, target pembuatan skat kanal di tiga kabupaten sebanyak 200 buah, namun realisasinya hanya 22 buah di Desa Pulau Damar Kecanatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). “Ya,  walau tak terlaksana sesuai harapan di 2017, namun telah dimaksimalkan potensi sumber daya, seperti pembuatan sumur bor, dan kanal, dan paket ekonomi untuk 2018.
Apalagi, sambungnya, konsensus titik ekonomi dengan 12 paket telah berjalan lancer di Kabupaten Batola, HSU, HSS. “Revitalisasi di Batola dengan penanaman sayuran, karamba ikan. Sedang  HSS mencakup Daha Barat di Desa Siang Gantung 25 sumur bor, ternak itik dan Daha Selatan 25 sumur bor, dengan budidaya ikan papuyu, ternak itik, budidaya ikan kolam Nila.
Foto : TRGD Kalsel
Lalu Batola di Desa Mandastana dan Jejangkit 75 sumur bor. Kemudian Kecamatan Kuripan ternak itik dan budidaya ikan Nila, tanaman Semangka dan Sayuran,” kata Ketua Seknas Jokowi Kalsel ini.

Untuk tahun 2018 ditarget tiga kesatuan hidrologis gambut (KHG) mencakup sungai utar- sungai serapat perbatasan Kalteng, Tabalong, Amuntai. Lalu Sungai Barito-Sungai Tapin dan Sungai Balangan-Sungai Batang Alai. “Dianggarkan Rp24 miliar untuk 2018, namun ada revisi. Dan masih menunggu SK dari Men-LH  dalam pengelolaan pendanaan serta perlaksanaan dari kuasa pengguna anggaran (KPA), unit pelaksana daerah UPD,” katanya.

Dana pelaksanaan, bebernya, tergantung nantinya, apakah bisa dilelangkan atau ditunjuk kelompok masyarakat. “Tahun 2018 berbeda pengelolaannya, jika dibanding 2017 yang hanya ditunjuk BRG, dengan pelaksana perguruan tinggi,” ucapnya.

Untuk itu, target 4 bulan dilakukan monitoring evaluasi (monev) agar diketahui hasil kerja BRG, termasuk keberadaan sumur bor tesebut, apakah bisa dipakai masyarakat, sebab diserahkan kepada masyarakat, dan yang mengendalikan kelompok masyarakat. "Mereka ditugasi mengelola, dan mengoperasionalkan sumur bor, mengingat titik operasional skat kanal, dan sumur bor untuk membasahi lahan Gambut,” imbunya.(afdi)


Komentar

Tampilkan

Terkini