Cetak Tenaga Terampil Kontruksi Sejak Dini
Banjarmasin, BARITO
Upaya untuk mendorong hadirnya
tenaga terampil di bidang kontruksi sejak dini di Banua terus dilakukan oleh
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Banjarmasin.
Salah satu bentuk terobosannya
adalah dengan menggelar kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Sertifikasi
Kompetensi Siswa SMK bersama 13 SMKN yang ada di Banua melalui Program Uji Coba
Pelaksana Program Link and Match Bidang Konstruksi hasil kerja sama Ditjen Bina
Konstruksi dan Ditjen Dikdasmen, Selasa (13/3/2018) di Aula SMKN 5 Banjarmasin.
"Uji kompetensi keahlian ini
bertujuan untuk memberikan para siswa bekal berupa sertifikat kompetensi yang
diakui dan bisa mereka pakai saat terjun ke dunia kerja. Dengan begitu tentunya
mereka bukan hanya dipandang sebagai lulusan SMK biasa, tapi merupakan tenaga
terampil bersertifikasi," jelas Humas SMKN 5 Banjarmasin Kasianto.
Foto : Afdi
Untuk kegiatan kali ini sendiri
terkhusus siswa SMKN 5 Banjarmasin, ada kurang lebih sekitar 164 siswa yang
mengikuti kegiatan sertifikasi dengan rincian 105 siswa berasal dari jurusan
kontruksi bangunan dan 59 berasal dari jurusan teknik gambar.
"Semuanya adalah siswa kelas 3
yang sebentar lagi akan lulus. Makanya agar mereka semua ini bisa terserap
optimal di dunia kerja maka kita bekali dengan sertifikasi kompetensi,"
tegasnya.
Kedepannya Kasianto menargetkan,
akan lebih banyak lagi kegiatan sertifikasi keahlian seperti ini bisa dilakukan
pihaknya. Kalau perlu tidak hanya terbatas pada jurusan kontruksi saja, namun
juga pada jurusan lainnya yang ada di SMKN 5 Banjarmasin.
"Untuk di SMKN 5 Banjarmasin
memang baru ada dua jurusan yang bisa menerbitkan sertifikasi keahlian, yakni
kontruksi dan otomotif. Kedepan tentunya harus kita perbanyak lagi agar
kompetensi keahlian yang dimiliki para siswa merata untuk semua jurusan,"
tambahnya.
Sementara itu, hadirnya sertifikasi
keahlian mulai ditingkatkan SMK sangat diapresiasi oleh Ketua Lembaga
Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Kalsel Subhan Syarief.
Ia pun berharap terobosan ini dapat
berdampak positif dalam mendorong lahirnya banyak tenaga lokal terampil dan
berkompeten pada sektor jasa kontruksi. Hal itu mengingat saat ini jumlah
tenaga lokal terampil yang berkompetensi masih sangat minim di Kalsel.
"Padahal kebutuhannya sangat
besar di Kalsel seiring gencarnya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah
Pusat dan Daerah sekarang ini. Jadi tentu tenaga terampilnya wajib kita
persiapkan agar tidak diambil alih oleh tenaga terampil dari luar,"
katanya.
Dilain pihak, Asisten II Pemerintah
Provinsi (Pemprov) Kalsel Hermansyah Manaf berharap kegiatan semacam ini dapat
menjadi salah satu cara dalam mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) menuju Kalsel yang mandiri, maju dan terdepan.
"Kami tentu sangat menyambut
baik kegiatan semacam ini, karena dapat menjadi salah satu cara mempersiapkan
SDM lokal berkualitas sejak ini agar mereka lebih siap bersaing dengan tenaga
kerja dari luar," imbuhnya. (afdi)
