[about]

[about]

Sido Muncul Pastikan Penggunaan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat

Minggu, 25 Maret 2018, 16:29 WIB Last Updated 2018-03-25T08:29:42Z
---
Sido Muncul Pastikan Penggunaan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat



Banjarmasin, BARITO
Sebanyak 9.600 di antaranya memiliki khasiat obat dan baru sekitar 200 spesies yang dimanfaatkan sebagai obat. Data WHO pada 2005, diperkirakan sebanyak 75-80 persen penduduk dunia pernah menggunakan obat-obatan herbal.
Obat-obatan berbahan alami (herbal) terus dilirik dan digunakan masyarakat Indonesia di tengah tinggi dan ketergantungan dengan obat-obatan pabrikan atau kimia. Hal ini berkelindan dengan posisi Indonesia yang merupakan salah satu negara megadio terbesar di dunia. Dari 40 ribu spesies tanaman obat, sekitar 30 ribu spesies di antaranya berada di Indonesia.
Foto: Afdi
Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan dunia kedokteran memiliki wawasan yang luas mengenai perkembangan industri jamu, penelitian yang dilakukan, juga penggunaan jamu untuk pelayanan kesehatan. “Kami berupaya melakukan edukasi melalui kerjasama dengan sejumlah fakultas kedokteran,” kata Irwan Hidayat dalam Seminar Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat kerjasama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Fakultas Kedokteran ULM, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di aula Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Jalan Veteran Banjarmasin, Sabtu (24/3/2018).

Irwan Hidayat yang bertindak sebagai pembicara bertajuk Industri Herbal Berbasis Good Manufacturing Proctices (GMP) tersebut memaparkan produk Sido Muncul seperti tolak angin. “Sido Muncul telah melakukan berbagai penelitian yaitu uji toksisitas dan uji khasiat dengan Universitas Sanata Sharma dan Universitas Diponegoro,” ujarnya.
Foto : Afdi
Hasilnya, sambung Irwan Hidayat, minum tolak angin dalam jangka panjang tidak menimbulkan efek samping jika diminum sesuai dosis anjuran (tidak menimbulkan efek toksik bagi organ tubuh). Tahun 2007 tolak angin telah mendapatkan sertifikat obat herbal terstandar (OHT) dari Badan POM.

Guru Besar Universitas Diponegoro Prof Dr Edi Dharmana MSc PhD So Park mengatakan uji manfaat tolak angin, pada tubuh dan tidak menimbulkan efek sebab merupakan obat herbal berstandar. “produk jamu Tolak Angin dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian terhadap pengaruh jamu Tolak Angin terhadap jumlah limposit.  Limposit adalah salah satu sel yang bisa mengendalikan fungsi imunitas di dalam tubuh,” bebernyam

Senada itu, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Sharma Ipang Djunarko SSI MSc Apt mengatakan uji toksisitas sinkronisasi tolak angin cair ternyata tolak angin tidak mengurangi dan mengganggu kemampuan seksual. Bahkan tidak mengurangi reproduksi uterus dan testis. “Tidak ada gangguan dan masyarakat tak perlu khawatir mengkonsumsi tolak angin. Ya dosis maksimal yakni 9 kali dalam saset satu kali minum,” tuturnya.

Seminar herbal ke-39 di Kota Banjarmasin, dan sejak tahun 2007 dalam mensosialisasikan penggunaan obat herbal. Kota lain yang juga digelar seminar yakni Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Ungaran, Yogyakarta, Medan, Lampung, Pekanbaru, Padang, Palembang, Solo, Makassar, Surabaya, Jombang, Batam, Magelang, Bali.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof H Zairin Noor mengatakan pihaknya tidak hanya meneliti, namun juga harus bekerjasama dengan industri herbal.
Apalagi kini di Indonesia memiliki 2 ribu pabrik jamu, tetapi hanya 1 persen yang hidup. “Ya, saya kira Sido Muncul diupayakan untuk bisa merangkul
Kedokteran ULM, karena perusahaan jamu tersebut telah teregister sehingga sangat aman di konsumsi masyarakat luas,” bebernya.

Obat dari herbal hanya 6 macam di Indonesia, padahal luasnya pulau ini sangat luar biasa yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan industry herbal. “Kami akan memberikan masukan kepada pabrik jamu dan menggali agar  tumbuh enterprenuer ship. Bahkan kami berupaya menciptakan pusat layanan tradisional di Kalsel, dengan tujuan agar masyarakat dapat selalu tetap sehat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, PT Sido Mucul memberikan doorprize kepada 50 peserta seminar, dengan nilai total uang Rp50 juta, dimana setiap peserta yang terundi mendapatkan hadiah Rp1 juta.
250 peserta hadir dari kalangan kedokteran, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat umum di Banjarmasin.
Menghadirkan para pembicara berbobot seperti Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M. Sc,  Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH. Kes,  Iriawan Hidayat,  Prof. dr. Edi Dharmana, M. Sc., PhD, Sp. Park, serta Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc., Apt.  (afdi)

Komentar

Tampilkan

Terkini