Tanam 100 Pohon Rambai Lestarikan Konservasi
Bakantan Pulau Curiak
Banjarmasin,
BARITO
Direktur PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers)
Syaiful Adhar melakukan penanaman pohon rambai kerjasama dengan Sahabat
Bekantan Pulau Curiak dengan penandatanganan nota kesepahaman di Pulau Bakut
Sungai Barito Kabupaten Barito Kuala pada Jumat 23 Maret 2018.
Sahabat Bekantan Indonesia Amalia Rizky mengatakan
gerakan restorasi mangrove dengan menyelamatkan pohon Rambai, sebagai upaya
melestarikan pakan Bakantan. “Menyelamatkan Bakantan dengan penanaman pohon Rambai
harus dilestarikan, sebab di bawah pohon Rambai tempat berkumpul ikan dan udang,
yang menjadi favorit Bakantan untuk bisa bertahan hidup,” ujar Amelia pada
penanaman pohon Rambai di Pulau Curiak kepada wartawan, Jumat (23/3/2018).
Ia menyebutkan, Bekantan sebagai maskot dan
menjadi terlindungi sumber daya hayati dan hewani, memiliki dampak positif bagi
masyarakat, karena itu pihaknya mengapresiasi corporate PT Ambapers yang
melakukan kepedulian di kawasan konservasi Bakantan.
Foto : Afdi
Senada itu, Direktur PT Ambang Barito
Nusa Persada (Ambapers) Syaiful Adhar mengatakan penanaman pohon Rambai bagian
dari HUT ke-14 PT Ambapers. “Kewajiban
kami untuk melestarikan kawasan Sungai Barito, termasuk wilayah konservasi
Bakantan. Ini bagian penting dalam tanggung jawab PT Ambapers yang beroperasi
di perairan Sungai Barito selama 14 tahun ini,” ucapnya.
Penanaman pohon Rambai sebanyak 100
pohon, kata Syaiful Adhar sebagai inisiasi PT Ambapers di wilayah konservasi perairan
Barito, dengan aktivitas PT Ambapers di Sungai Barito yang semakin tinggi.
Bahkan, sambungnya, pihaknya akan
membantu pembangunan rumah panggung di kawasan konservasi Pulau Curiak, untuk
kepentingan Sahabat Bakantan Indonesia dalam menjalankan aktivitasnya, guna
pelestarian wilayah konservasi satwa, khususnya Bakantan di Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan itu, rombongan PT
Ambapers dan Sahabat Bakantan Indonesia bersama para jurnalis menuju Pulau
Curiak, dengan menggunakan speadboard, dan
kelotok, dengan tempuh perjalanan mencapai 30 menit dari Pulau Bakut
Jembatan Barito.
Mengingat kondisi air yang mulai naik,
maka rombongan terpaksa harus bercebur untuk melakukan penanaman pohon Rambai secara
bertahap. (afdi)