Bekraf Optimis Produk Kalsel Tembus Pasar Internasional
Banjarmasin, BARITO
Kasubdit Pemasaran Luar Negeri Badan
Ekonomi Kreatif (Bekraf) di bawah Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Andy Riswar melihat, begitu potensialnya berbagai produk lokal di Kalsel untuk
menembus pasar internasional.
Hal tersebut diungkapkannya disela
kegiatan bimbingan teknis strategi pemasaran produk kreatif ke luar negeri pada
puluhan pelaku usaha lokal, Sabtu (8/4/2018) lalu di Hotel Aston Banua Kecamatan
Gambut Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Foto : Afdi
"Kita melihat cukup banyak
produk di Kalsel yang potensial untuk go internasional. Karena itulah kami
hadir di Kalsel untuk memberikan pemahaman tentang tata cara yang efektif dan
efesien bagi pelaku usaha lokal agar produknya menembus pasar global,"
katanya.
Pertama adalah bagaimana
mempersiapkan produk yang berkualitas sesuai dengan standar dan kebutuhan
negara yang ingin dituju. Kemudian yang tidak kalah penting adalah pengetahuan
tentang tata cara dan legalitas ekspor produk lokal ke luar negeri.
"Lalu kita juga berikan
pengetahuan pada mereka tentang pemanfaatan media internet untuk memudahkan
kita bisa menjangkau pasar internasional," tambahnya.
Dengan berbagai pelatihan tadi
diharapkan kedepannya akan banyak produk lokal di Kalsel menembus pasar
internasional. Ujungnya tentu bukan hanya membuat pasar makin meningkat, namun
juga bisa memberikan efek domino yang positif bagi daerah.
"Comtohnya membuat Kalsel makin
terkenal oleh turis luar. Lalu efek lainnya juga bisa membuat penyerapan tenaga
lokal makin meningkat dengan banyaknya produk luar bisa go internasional,"
bebernya.
Sementara itu, Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Komisi X H Zainul Ariffin Noor
mengapresiasi kegiatan dari Bekraf sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas
pengusaha lokal untuk produknya bisa menembus pasar internasional.
Selama ini dilihatnya produk lokal
di Kalsel sangat jarang yang mampu menembus pasar internasional, padahal banyak
sekali produk lokal yang potensial untuk menembus pasarnya jika serius untuk
dilakukan pembinaan.
"Kita harapkan kedepannya bukan
hanya Bekraf, Pemda melalui Dinas terkait juga harus gencar memberikan
pelatihan serupa bagi pelaku usaha lokal. Hal tersebut agar mereka bisa
bersaing bahkan berkembang dan tidak kalah dengan pelaku usaha luar yang mulai
banyak masuk ke pasar Kalsel," imbuhnya. (afdi)
