LPDB-KUMKM Targetkan Pengalihan Dana Rp2,5 Miliar di Kalsel
Banjarmasin,
BARITO
Direktur Utama Lembaga
Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo menyatakan, dana yang sudah
dialihkan pada Provinsi Kalimantan Selatan Rp15.096.818.179 atau 32 persen dari
total plafon yang beredar Rp46.848.100.000 . “ Dari 40 koperasi yang diundang
dalam acara ini, target dana untuk dialihkan ke rekening LPDB-KUMKM berkurang
Rp2,5 miliar. Dan total penerima dana bergulir program Kemenkop UKM tahun
2000-2007 sebanyak 1.269 koperasi,” tutur Braman Setyo usai membuka rapat
koordinasi pengalihan dana bergulir tahun 2018, yang berlangsung 5-7 September
di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Rabu (5/9/2018).
Ia menyebutkan total penyaluran
LPDB-KUMKM di Kalimantan Selatan sampai 24 Agustus 2018 sebesar Rp49,9 miliar,
dengan 15 mitra. “Cakupannya Kabuapten Banjar Rp3 miliar, Kabupaten
Kotabaru Rp850 juta, Kabupaten Tabalong Rp1 miliar, Kabupaten Tapin Rp1 miliar,
Kota Banjarmasin Rp44,1 miliar,” tuturnya.
Selain itu, sambung Bramanm tercatat
pula kolektabilitas Provinsi Kalimantan Selatan yakni kolektabilitas A nilai
pinjman Rp1.000.000.000 dengan outstanding Rp333.320.000. Kemudian,
kolektabilitas E nilai pinjman Rp14.800.000.000 outstanding Rp7.685.564.249,
dan kolektibilitas lunas Rp34.150.000.000.
Tujuan kegiatan pengalihan dana
bergulir, beber Braman Setyo, menjalankan amanat surat keputusan Menteri
Koperasi dan UKM terkait pengalihan dana bergulir program Kementerian Koperasi
UKM 2000-2007. “Mengoptimalkan peran perbankan dalam mengalihkan dana bergulir
yang masih terdapat di rekening penampungan pokok atas nama koperasi ke
rekening LPDB-KUMKM,” katanya.
Untuk itu, Ia berharap, dana
bergulir bagi telah berada di rekening angsuran pokok atas nama koperasi yang
belum dialihkan ke LPDB-KUMKM dapat segera dialihkan ke rekening LPDB-KUMKM,
sehingga dapat digulirkan kembali kepada koperasi lainnya.
Pria enerjik ini mengakui, koperasi
dan UMKM telah memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sebab
itu Kementerian Koperasi dan UKM memberikan akses pembiayaan usaha melalui
LPDB-KUMKM.
Kini LPDB-KUMKM telah bekerjasama
dengan dinas yang membidangi KUMKM, lembaga penjamin, lembaga seperti dirjen
Dukcapil Kemendagri, Kemenkop UKM, terutama optimalisasi peran PLUT.
Braman memastikan, dalam memenuhi
kebutuhan koperasi UMKM, LPDB-KUMKM melibatkan banyak pihak, terutama untuk
memberikan askes pembiayaan, akses informasi, dan akses penjaminan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten
Deputi Pembiayaan Non Bank dan Perpajakan Deputi Bidang Pembiayaan Suprapto,
Asisten Deputi Pertanian dan Perkebunan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran
Victoria BR Simanungkalit, Kabid Usaha dan Pemasaran Produk Dinas Koperasi UKM
Provinsi Kalsel Said Ali, Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Fitri Rinaldi,
Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM Adi Trisnojuwono, Kepala Bidang
Perencanaan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Bambang Tanoto, Bank Kalsel,
BRI, BNI, Bank Muamalat, Bukopin, Bank Syariah Mandiri, Koperasi, Dinas
Koperasi UKM Barito Kuala, Banjar, HSS, HST, HSU, Balangan, Kotabaru, Tanah
Laut, Banjarmasin. (afdi)