TRGD Kalsel Optimis Realisasi Pembuatan Skat Kanal dan Sumur Bor Capai
Target
Banjarmasin,
BARITO
Rapat Koordinasi Hasil Rapide
Assessment (RA) Dalam Rangka Pelaksanaan Restorasi Gambut 2018 di Hotel Golden
Tulip Banjarmasin, Jumat (21/9/2018).
Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah
(TRGD) Provinsi Kalsel Saut Nathan Samosir mengatakan telah melakukan
verifikasi pembangunan skat kanal di Kabupaten Tabalong, Balangan, HSU, HSU. “Ya,
dalam waktu 2,5 bulan ini pekerjaan sumor bor dan skat kanal akan terealisasi, makanya kami melakukan
verifikasi,” ujar Saut Nathan Samosir dalam Rapat Koordinasi Hasil Rapide
Assessment (RA) Dalam Rangka Pelaksanaan Restorasi Gambut 2018 di Hotel Golden
Tulip Banjarmasin, kepada wartawan, Jumat (21/9/2018).
Ia menyebutkan, pihaknya menargetkan
38 ribu hektar restorasi Gambut di Provinsi Kalsel, dan direncanakan 300 skat
kanal dan 125 sumor bor dibangun 2018. “Ya, 125 sumur bor dianggarkan
melalui APBN, dan efektifnya sumur bor bukan berada di hutan, tapi di pemukiman
agar mudah termanfaatkan,” tandasnya.
Samosir juga mengungkapkan verifikasi melibatkan tenaga dari Universitas Lambung Mangkurat, dan tanggal 29 September 2018 sudah mulai terealisasi pengerjaan skat kanal dan sumur bor. ‘Kita harus optimis sekitar 2,5 bulan bisa rampung. Meski ada kendala keterlambatan anggaran,” katanya.
Senada itu, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel M Ikhlas meyakini,
dengan realisasi restorasi Gambut dalam menerapkan fungsi dan tugasnya, maka
dipastikan akan termanfaatkan lahan gambut secara optimal. “Rapat Koordinasi
Hasil Rapide Assessment (RA) Dalam Rangka Pelaksanaan Restorasi Gambut 2018
dapat dijadikan momentum untuk menyusun langkah terintegrasi sehingga persoalan
di lapangan mampu teratasi,” ujar Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Restorasi
Gambut ini, saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.
Ikhas melanjutkan, kini kebakaran
hutan hampir semua di wilayah Kalimantan, khusus Kalimantan Selatan tercatat 2
ribu hektar lahan terbakar, yang terbesar di kawasan Banjarbaru. “Kami berharap
semua elemen masyarakat mendukung mencegah dan mengatasi kebakaran,” katanya.
Pasalnya, tutur Ikhlas, kebarakan
hutan sangat mengganggu ekonomi, transportasi, dan kesehatan masyarakat. “Ini
saatnya restorasi Gambut dapat melaksanakan pengelolaan lahan gambut tepat
sasaran. Saya kira restorasi Gambut mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,”
ucapnya.
Kawasan prioritas restorasi Gambut
dapat diberdayakan, dan dukungan pemerintah daerah senantiasa selalu mendorong
pelaksanaan restorasi Gambut. ‘Dibutuhkan penilaian cepat dalam persiapan
pembuatan sumur bor dan skat kanal. Kami melakukan verifikasi lapangan dan TRG
diluar konsesi KHG/HGU seperti 250-300 buah skat kanal,” imbuhnya. (afdi)