![]() |
| Mata Uang |
HARIANSORE.MY.ID, THAILAND - Bank of Thailand (BoT) memperkirakan inflasi Thailand pada 2026 akan berada di bawah proyeksi sebelumnya sebesar 2,8%, sehingga memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif guna menopang pertumbuhan ekonomi.
Melansir
Reuters, Gubernur Bank of Thailand Vitai Ratanakorn mengatakan, tekanan inflasi
diperkirakan akan terus mereda hingga tahun depan.
Dengan kondisi tersebut, bank sentral dapat mengabaikan tekanan harga yang
bersifat sementara dan tetap berfokus mendukung pemulihan ekonomi.
Selain itu, inflasi bulanan pada kuartal IV diperkirakan berada di bawah proyeksi sebelumnya sebesar 4,5%.
Data terbaru menunjukkan inflasi umum (headline inflation) Thailand pada Juni melambat menjadi 2,42%, masih berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 1%–3% dan lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Vitai
sebelumnya juga menyatakan belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga acuan
setelah BoT mempertahankan suku bunga kebijakan di level 1,00% pada rapat
terakhir.
Keputusan kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan diumumkan pada 26 Agustus.
Meski demikian, ia menilai ruang untuk kembali memangkas suku bunga semakin
terbatas.
Menurutnya, suku bunga saat ini sudah berada pada level yang sangat rendah. Penurunan lebih lanjut berpotensi merugikan penabung dan memunculkan dampak negatif yang lebih luas terhadap sistem keuangan. (*)







