Gatensi Siapkan Tenaga
Kerja Terampil Era Pasar Bebas
Banjarmasin,
BARITO
Ketua BPD Gabungan Tenaga Ahli Nasional Indonesia
(Gatensi) Gusti Surya Rifani mengatakan
setiap tahun proyek
pemerintah selalu ada, karena itu dibutuhkan tenaga kerja
terampil dimulai sejak sekolah menengah, sehingga mampu menghadapi persaingan di era global pasar bebas.
"Kita
antisipasi untuk pemenuhan tenaga kerja bersertifikasi bidang jasa konstruksi,
agar bisa bersaing ditingkat lokal, regional, nasional, international," ujar Gusti Surya Rifani usai mengikuti rapat terbatas internal di
kantor BPD Gapensi Kalsel Jalan Brigjen Hassan
Basri Banjarmasin, Kamis (22/3/2018).
Foto : Afdi
Menurutnya,
siswa terlebih dulu diminta mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dalam
rangka pembekalan pengetahuan. Kemudian, siswa tersebut diminta untuk mengikuti
sertifikasi kompetensi.
"Dalam sertifikasi itu, output-nya
mereka mendapat sertifikat. Itu jadi syarat pendukung untuk pengakuan keahlian
di bidang konstruksi," ucapnya.
Terkait regulasi
yang belum keluar untuk penjabaran UU
No 2/2017, Ketua Badan Pengawas BPD Gatensi Gusti Rusliansyah
mengaku, masih menunggu. “Terpenting kita mengusulkan skala kelas kecil dalam jasa konstruksi perlu dinaikan lebih dari Rp2,5 miliar. "Ya, Rp5
miliar skala kecil untuk kontraktor agar semua anggota asosiasi profesi bisa
bekerja," bebernyam yang memastikan artinya pengusaha lokal terayomi di daerah sendiri oleh
pemerintah daerah.
Persentasi
perusahaan besar dan menengah, nyaris dikuasai pengusaha luar. "Persentasi
pengusaha lokal untuk mendapatkan proyek besar dan menenah relatif sangat
terbatas," kata Rusli.
Pengusaha lokal
mampu untuk mengerjakan proyek besar di Kalsel dengan nilai ratusan miliah.
Hanya saja kesempatan itu sangat terbatas.
Foto : Okezone
Ia menyebutkan, anggota Gapensi dengan great B, paling tidak 9 perusahaan
besar lokal di Kalsel, telah memenuhi syarat pekerjaan.
“Dan kami akan melakukan
kunjungan dengar pendapat bersama Dinas Pekerjaan Umum, DPRD Kalsel,
dan lembaga terkait lainnya.
"Kami ingin menerima masukan dan pendapat, agar terjadi sinergitas
pemikiran untuk pembangunan jasa konstruksi di Bumi Lambung Mangkurat," imbuhnya. (afdi)

