[about]

[about]

Program On Farm, Petani Bisa Akses Bulog

Selasa, 20 Maret 2018, 16:32 WIB Last Updated 2018-03-20T08:32:33Z
---


Program On Farm, Petani Bisa Akses Bulog

Banjarbaru, BARITO
Panjangnya akses penyerapan gabah Bulog, kini akan bisa dipangkas melalui program on farm. ”Melalui program on farm, petani akan bisa langsung mengakses ke Bulog untuk menjual hasil taninya,” kata Kepala Bidang Komersial dan Pengembangan Bisnis Badan Urusan Logistik Julianto dalam sosialisasi program integrasi on farm dan unit pengelolaan, bekerjasama dengan BNI, BRI, Mandiri, dan Jasindo di unit penggilingan gabah beras landasan ulin, Banjarbaru, Selasa (20/3/2018). 

Menurutnya, program on farm bersinergi dengan sejumlah institusi. Tujuannya untuk menjaga harga jual di tingkat petani, sehingga mereka dapat menikmati harga yang layak.
Program on farm yang dibiayai perbankan diharapkan membantu petani dengan Bulog sebagai pihak yang membeli hasil produksi dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
”Tentunya nanti harga beli yang ditawarkan Bulog ke petani akan sesuai dengan harga pasar. Sehingga tidak akan merugikan petani,” tuturnya.

Foto : Afdi
Program on farm ini disinergikan dengan sejumlah BUMN (BRI, BNI, Mandiri, Jasindo), dengan membiayai program ini melalui pinjaman bahan untuk menanam dalam bentuk barang yaitu benih, pupuk dan pestisida yang disesuaikan kebutuhan kelompok tani. Sementara Jasindo akan memberikan asuransi masa tanam, sehingga bisa menjamin program ini bila terjadinya kegagalan panen.

”Pinjaman itu nanti dikembalikan dalam bentuk penjualan saat panen berupa gabah kering panen (GKP) atau gabah kering giling (GKG) ke Bulog,” terangnya.
Ditargetkan program on farm ini bisa menyerap ribuan hektare lahan di Kalsel. Target nasional sendiri sebanyak satu juta hektare.
Selain mendorong program on farm, Bulog juga melakukan penguatan peran Lumbung Pangan Desa. ”Juga diperkuat pula jaringan pasar di desa dengan BUMDes yang ada,” tuturnya.

Senada itu, Kepala Perum Bulog Dedi Supriady  mengungkapkan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk membantu petani dan kelompok tani dalam kemudahan penjualan hasil panen ke Perum Bulog, serta untuk mendapatkan kemudahan permodalan dan asuransi usaha tani. “Meminimalkan resiko gagal panen dengan adanya pendampingan intensif dari PPL Dinas Pertanian dan Perum Bulog. Dan berdampak terhadap meningkatkan pendapatan petani, mengingat kepastian pasar dan harga dari Bulog telah tersedia,” imbuhnya. (afdi)

Komentar

Tampilkan

Terkini