UIN Antasari Gencarkan Virus Wirausaha di Kampus
Banjarmasin,
BARITO
Jumlah lapangan pekerjaan yang tidak
sesuai lagi dengan banyaknya sarjana yang lulus ternyata menjadi perhatian
serius beberapa perguruan tinggi di Banua.
Salah satunya Universitas Islam
Nasional (UIN) Antasari dengan menggencarkan kegiatan wirausaha melalui
kegiatan Jobpreneur Fair dan Entrepreneurship Expo yang digelar UIN Antasari
hingga 27 April 2018 mendatang.
Foto : Istimewa
"Kegiatan jobreneur ini berbeda
dengan kegiatan job fair pada umumnya. Karena disini tidak hanya lowongan kerja
yang ditawarkan, tapi juga peluang kerja menjadi pengusaha juga
ditawarkan," ungkap Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Karir UIN
Antasari, Raden Yani Gustriani SE MM, Selasa (24/4/2018) di sela acara.
Dalam kegiatan Jobpreneur Fair ada
sekitar 19 perusahaan swasta yang berpartisipasi. 17 diantaranya membuka
lowongan kerja dan 2 sisanya yakni Kumala Laundry dan Hasfi Group menawarkan
menjadi pengusaha dengan sistem franchise. Selain itu dalam kegiatan ini
diadakan pula even bazaar kuliner hingga produk jadi yang akan di isi berbagai
produk sponsor hingga lapak UMKM yang bisa dibeli mahasiswa UIN Antasari.
"Kegiatan ini juga diselingi
dengan pembekalan wirausaha, sehingga mahasiswa atau sarjana UIN Antasari yang
ingin jadi pengusaha bisa mantap untuk memulai bisnis, bahkan diharapkan mereka
ini bisa membuka lapangan kerja bagi pencari kerja," tambahnya.
Rektor UIN Antasari Prof DR
Mujiburahman mengaku, kegiatan seperti ini sangat penting, sehingga mahasiswa
terbuka pikiran untuk tidak hanya menjadi pekerja, namun juga menjadi seorang
pengusaha. Karena selama ini banyak lulusan sarjana yang hanya terfokus menjadi
pengawai atau pekerja kantoran.
“Kami juga ikut mendukung program
pemerintah untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia, salah satunya
lewat kegiatan jobreneur fair ini, paling tidak ada beberapa mahasiswa atau
sarjana yang mulai berpikir untuk berbisnis setelah mengikuti kegiatan ini,”
tegasnya.
Dilain pihak, Ketua Hipmikindo
Kalsel Salahuddin Bahri yang menjadi salah satu pembicara dalam
Entrepreneurship Expo menambahkan, saat ini dengan berkembangnya era digital
menjadi seorang pengusaha menjadi lebih mudah, bahkan dengan modal terbatas
sekalipun.
Foto : Afdi
Misalnya ungkap dia dengan masifnya
perkembangan internet sekarang, pengusaha bisa menjual berbagai produk dan
jasanya secara online tanpa harus memiliki sebuah tempat permanen. Begitu pula
bagi yang tidak memiliki modal sama sekali, bisa memulai menjadi pengusaha
dengan menjual produk orang lain dengan cara resseler.
"Tinggal kitanya saja lagi niat
dan serius tidak menjadi seorang pengusaha. Kalau serius dan niat pasti setiap
kesulitan selalu ada jalan keluarnya," imbuhnya. (afdi)
