Berdayakan Kanal dan Sumor Bor di Lahan Gambut
Banjarmasin,
BARITO
Tujuh provinsi yang menjadi sasaran
restorasi gambut yang dikoordinasikan dan difasilitasi oleh Badan Restorasi
Gambut (BRG). Seperti Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.
Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah
(TGRD) Kalimantan Selatan Saut Nathan Samosir mengungkapkan pihaknya dalam
menjalankan tugas dan fungsinya menggunakan pendekatan 3R (rewetting,
revegetasi, revitalisasi). Rewetting atau pembasahan kembali gambut yang
mengering akibat turunnya muka air gambut dilakukan dengan pembuatan sekat
kanal, penimbunan kanal yang terbuka, dan pembangunan sumur bor.
Sekat kanal bertujuan untuk
menaikkan daya simpan (retensi) air pada badan kanal dan sekitarnya dan
mencegah penurunan permukaan air di lahan gambut sehingga lahan gambut di
sekitarnya tetap basah dan sulit terbakar. Sementara itu, penimbunan
kanal dilakukan untuk meningkatkan sedimentasi dan pendangkalan badan kanal
dengan tujuan agar daya kuras airnya dapat dikurangi dan muka air di badan
kanal dapat dipertahankan. Sumur bor bertujuan untuk mengatasi kelangkaan
sumber air permukaan yang umumnya terjadi pada musim kemarau.
“Diperlukan waktu sangat lama untuk
menaikkan tinggi muka air. Karena itu, lahan-lahan gambut yang sudah mendapat
pembasahan perlu terus dijaga. Jika tidak maka potensi kebakaran dapat saja
terjadi,” kata Saut Nathan Samosir, ketika dikonfirmasi kemarin.
Pendekatan berikutnya adalah
revegetasi, yakni upaya pemulihan tutupan lahan pada ekosistem gambut melalui
penanaman jenis tanaman asli pada fungsi lindung atau dengan jenis tanaman lain
yang adaptif terhadap lahan basah dan memiliki nilai ekonomi pada fungsi
budidaya. “Tanaman ini juga berfungsi sebagai tajuk pelindung gambut untuk
meminimalkan penurunan muka air saat kemarau,” tuturnya.
Adapun program revitalisasi
sumber-sumber mata pencaharian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang ada di dalam dan sekitar areal restorasi gambut
melalui budidaya yang cocok di lahan gambut.
"Untuk rencana restorasi gambut
2018 di Kalimantan Selatan dianggarkan Rp26 miliar,” beber pengusaha ekspedisi
Lintas Jawa Group ini. Diperkirakan pembiayaan sekitar Rp50
juta untuk pembuatan satu buah kanal, dan Rp5 jutaan untuk sumur bor.
(brg/afdi)