JPKP Bantu 9 Warga Korban Gempa
Palu di Banjarmasin
Banjarmasin, BARITO
Jaringan
Pendampingan Kebijakan Pembangunan (JPKP) provinsi Kalimantan Selatan bantu
sembilan warga korban gempa dan tsunami Palu yang mengungsi ke Kota
Banjarmasin.
Selain memberikan
bantuan JPKP Kalsel juga mengharapkan agar pemerintah khususnya Kota
Banjarmasin melalui Dinas Sosial untuk bisa memberikan perhatian kepada korban
gempa dan tsunami Palu tersebut.
Ketua JPKP
Kalimantan Selatan, H Winardi Sethiono,mengatakan, JPKP turut prihatin dan
membantu korban gempa dan tsunami Palu,Sigi dan Donggala yang mana dari cerita
mereka banyak keluarga tersebar diseluruh daerah di Indonesia.
"Untuk itu
kita himbau seluruh relawan baik dari Kalimantan dan pulua Jawa menerima
pengungsi korban gempa karena yang ada di benak mereka untuk mencari
selamat,"ujar Winardi usai menyerahkan bantuan kepada 9 warga korban gempa
Palu,Sigi dan Donggala di tempat penampungan di Jalan Cempaka XII di
Banjarmasin, Kamis (11/10/2018).
Relawan agar
mencari karena korban tersebar ke berbagai daerah termasuk di Banjarmasin,
Kalsel.Dari JPKP sendiri ada memberikan bantuan yang dikumpulkan dari
masyarakat untuk diberikan kepada korban gempa melalui Dinas Sosial setempat.
"Pada hari ini
kita serahkan bantuan untuk diberikan
kepada korban gempa melalui Dinas Sosial setempat,"jelasnya.
Untuk saat ini,
JPKP Kalsel baru menemukan 9 warga korban gempa Palu, sementara itu di Kota
Banjarbaru juga ada namun masih belum didata.
Ketua Pelaksana DPW JPKP Kalsel,Fitri,
mengatakan, nanti pada tanggal 15 Oktober menindaklanjuti memberikan bantuan
bisa berupa pakaian layak pakai,makanan, apa keperluan mereka untuk makan
sehari-hari penting.
" Kalau Ketua
JPKP Kalsel bisa membawa represing lebih baik lagi untuk menghilangkan
trauma,"ujarnya.
Anggota Tagana
Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Harnoto, mengatakan, akan mendata dulu berapa
banyak warga korban gempa Palu, sekarang baru tau di Cempaka XII Banjarmasin.
"Untuk
sementara kami baru dapat data di Cempaka XII Banjarmasin,"ujar Harnoto.
Sementara, Ilyas
Caniago warga korban gempa Palu, mengatakan, sudah 1 minggu berada di Kota Banjarmasin
karena di Palu sudah sangat sulit sekali untuk mencari bantuan makan, minum,
BBM danlainnya.
" Untuk itu
kita ambil kesimpulan keluar dari Palu, rumah saja sudah ditinggalkan begitu
saja karena banyak retak-retak semua kita mau masuk kedalam juga
trauma,"ujar Ilyas.
Penanganan bantuan
sudah ada yang masuk tapi disuruh ke Walikota, sementara jarak dari rumah
sangat jauh memerlukan BBM sementara BBM juga tidak ada.
" Kami sangat
berterimakasih dengan bantuan JPKP Kalsel, saat ini kami mau bertenang dulu di
Banjarmasin,"jelasnya.
Mau bertahan disana
karena kesulitan makan, minum danlainnya.Penjarahan terjadi disana semakin hari
semakin parah. Sampai hari ke 4 aparat kepolisian dan TNI tidak maksimal
menjaga keamanan.Parahnya lagi, perumahanan banyak juga dijarah. " Saya ke
Banjarmasin ada 9 orang beserta istri, anak dan cucu,"ujarnya.
(afdi)
