[about]

[about]

Gas Melon Langka, Bukan Akibat Cuaca Ekstrem

Senin, 26 Februari 2018, 18:01 WIB Last Updated 2018-02-26T10:09:15Z
---

Gas Melon Langka, Bukan Akibat Cuaca Ekstrem

Banjarmasin, BARITO
Kelangkaan LPG 3 kilogram atau gas melon, bukan akibat cuaca ekstrem, melainkan kurangnya pasokan sehingga distribusi sempat tersendat di Kalimantan Selatan. “Saya kira jika akibat cuaca ekstrem, tentu tidak hanya LPG 3 Kg  yang langka,  namun kebutuhan bahan pokok dan BBM juga ikut langka, namun faktanya justru bahan pokok dan BBM sangat stabil dan normal,” ucap Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLK)) Kalimantan Selatan DR HA Murjani kepada wartawam, Senin (26/2/2018).

Ia menyarankan, agar pemerintah pusat dan daerah, legislatif, pertamina serta hiswana migas dapat membangun komunikasi yang benar untuk menyampaikan informasi  kepada publik, apakah ketersediaan gas melon benar langka atau dikurangi. "Semuanya harus sinergis dalam menyampaikan persoalan ketersediaan gas melon, apakah dari pemerintah, pertamina, hiswana migas, dan DPR," kata Murjani.
Alasannya, sambung aktivis lembaga swadaya masyarakat ini, agar tidak terjadi kegaduhaan di kalangan masyarakat bawah dan tidak ada kepanikan. “Apakah ini skenario untuk menaikkan harga, atau mengapuskan ketersediaan gas melon. Kita juga tidak tahu. Yang pasti masyarakat Kalsel sudah terlatih soal keangkaan gas melon, sehingga ketika ada kejadiaan langka LPG, tidak ada kegaduhan yang tajam di arus bawah," bebernya.
                                                                                                         Foto : Afdi
YLKI Kalsel berharap gas melon bisa kembali stabil, dan masyarakat bisa menikmati subsidi LPG 3 Kg secara benar sesuai harapan pemerintah.”Porsi subsidi dapat dinikmati masyarakat kelas bawah, dan mereka  yang kaya hendaknya tidak menggunakan LPG 3 Kg untuk kepentingan sendiri,” tambahnya.
Terkait Pengawasa, Murjani mengaku sudah ada SOP, dan tinggal menjalankannya saja mulai distributor, agen, dan  pangkalan. "Kalau ini berjalan bagus, maka tidak ada lagi kelangkaan gas melon. Mereka harus satu suara dalam memberikan informasi, apakah benar langka atau tidak, agar tidak ada kegelisahan di kalangan masyarakat," katanya.

Jika hal itu tidak dilakukan secara baik oleh pihak terkait, tegas Murjani, pihaknya akan melayangkan gugatan class action terhadap lembaga berwenang, apalagi hajat hidup masyarakat tidak terpenuhi secara benar, terhadap ketersediaan LPG 3 Kg.Ketersediaan LPG 3 Kg merupakan hajat hidup masyakat, karena itu tidak boleh ada kelangkaan. Jadi pengawasan distribusi LPG 3 kg harus ketat dan serius," katanya.
Senada itu, Sekretaris YLKI Kalsel Tubagus Surya Wikadi sependapat, sebaiknya instansi berwenang dapat menyampaikan kepada masyarakat jika ada penghapusan dan pengurangan gas melon. "Kalau persoalan cuaca ekstrem itu sudah lazim dan tidak logis, mengingat kebutuhan pokok lainnya tidak ada kelangkaan," katanya.
                                                                                                  Foto : IstimewaBahkan Tubagus meragukan, apakah pemerintah bisa menjamin ketersediaan gas melon dengan harga yang telah ditetapkan atau HET. "Pemerintah apakah tidak mengantisipasi dengan kebutuhan hajat hidup masyarakat terkait ketersediaan gas melon. Coba bayangkan harga gas melon,a da yang jual sampai Rp45 ribu lebih," katanya.
Pemerintah dapat menjawab kelangkaan, agar tidak ada kepanikan di masyarakat. "Masyarakat Kalsel sudah terlatih dengan bersabar dengan adanya kelangkaan ini," ujarnya.
Selama ini, lanjut Tubagus, bentuk apapun yang dikonversi pemerintah, tidak pernah ada kestabilan harga, termasuk gas melon. (afdi)


Komentar

Tampilkan

Terkini