[about]

[about]

Gapensi Kalsel Inginkan Kontraktor “Plat Merah” Gawe Proyek Bandara

Selasa, 29 Mei 2018, 16:49 WIB Last Updated 2018-05-29T08:49:23Z
---


Gapensi Kalsel Inginkan Kontraktor “Plat Merah” Gawe Proyek Bandara

Banjarmasin, BARITO

Ketua Umum BPD Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kalimantan Selatan H Edy Suryadi meminta proyek bandara Syamsuddin Noor dikerjakan alias “digawe” kontraktor “plat merah”. Pasalnya, kontraktor milik BUMN memiliki modal besar dalam pembiayaan pengerjaan proyek bandara Syamsuddin Noor. “, Ya, kalau kontraktor lokal (swasta) minim pembiayaan, akibatnya pekerjaan terbengkalai, sehingga target pemerintah memiliki bandara yang berkelas sulit terwujud,” ujar Edy Suryadi ketika dikonfirmasi, Senin (28/5/2018).

Menurutnya, tenaga kerja juga lebih mudah didapat, dan target perlaksanaan proyek cepat terwujud, bahkan mereka tak memikirkan pembiayaan proyek, apakah dibayar atau tidak lebih awal.

Apalagi setiap pekerjaan telah dibuck up perbankan, sehingga tak perlu termin. “Mereka tak perlu menunggu pencairan dana, namun tetap bekerja sesuai target proyek dengan hasil memuaskan,” beber Edy yang juga Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kalimantan Selatan ini, Senin (28/5/2018).
Pembangunan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasdin dilaksanakan PT Nusa Konstruksi Engenering Tbk sejak april 2017 dengan lama pengerjaan 540 hari kalender berjalan, namun masih menemukan kendala. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu penyelesaian proyek yang ditarget rampung Juni 2019 mendatang.
Pada 1 Maret 2018 telah ditandatangani standar pelayanan Bandara Syamsudin Noor dengan para stakeholder yang memuat tentang semua jenis produk layanan, proses, termasuk SOP pelayanan terhadap berkebutuhan khusus.
"Banjarmasin kota yang luar biasa. Masyarakatnya sangat dinamis. Untuk itu kita ingin masyarakat Banjarmasin maju. Dan menjadi kewajiban negara melalui PT Angkasa Pura I untuk menghadirkan bandara yang bisa melayani masyarakat dengan baik. Biasanya kalau bandara diperbesar, penumpang akan meningkat dan daerah di sini maju, " ujarnya.

Saat ini pergerakan penumpang di bandara Syamsuddin Noor sudah mencapai 3,5 juta penumpang pertahunnya. Sementara kapasitas terminal seluas 9.043 m2 tersebut hanya mampu menampung hingga 1 juta penumpang pertahunnya. Sementara panjang runway baru sepanjang 2500 x 45 m2, dan appron yang mampu menampung hanya 12 pesawat saja.
Foto :Istimewa
Pembangunan tahap I pada Maret 2017. Pembangunan yang dilakukan diantaranya yaitu, perluasan terminal menjadi 50.359 m2 yang dapat menampung hingga 6 juta penumpang pertahunnya. Perpanjangan runway hingga 3000x45 m2, dan perluasan appron berkapasitas hingga 18 pesawat.
Tidak hanya itu, perluasaan terminal kargo juga dilakukan menjadi seluas 5.000 m2 dari kondisi saat ini yang hanya seluas 802 m2. Mengantisipasi pergerakan barang yang terus meningkat dengan rata-rata peningkatan 10 persen per tahunnya.
Pembangunan terus dilakukan hingga tahap 4 yaitu pada tahun 2047. Pada tahun tersebut, ditargetkan sudah memiliki terminal penumpang seluas 103.953 m2 yang dapat menampung hingga 12 juta penumpang pertahunnya. (ap/afdi)

Komentar

Tampilkan

Terkini