Hak Jawab ULM Soal Kisruh Pemilihan
Rektor
Banjarmasin, BARITO
Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
meluruskan simpangsiur pemberitaan ihwal dugaan pelanggaran tahapan pemilihan
rektor. Kepala Bagian Humas ULM, Siti Aisyah, meluruskan perihal berita salah
seorang calon rektor ULM Sutarto Hadi yang memakai dana bantuan Islamic
Development Bank (IDB) untuk menghimpun suara Senat Universitas.
Menurut Siti, ULM tidak ikut
mengelola dana bantuan senilai Rp 384,7 miliar itu. Siti berkata KPPN
sepenuhnya yang mengelola dana IDB untuk pembangunan 12 gedung baru di kampus
ULM. “Rekanan yang bangun gedung, pencairannya langsung ke KPPN. Pihak ULM
tahunya gedung berdiri, jadi enggak benar dana IDB untuk pemilihan rektor,”
kata Siti Aisyah kepada banjarhits.id, Jumat
(22/6/2018).
ULM
menerima pendanaan dari IDB lewat Proyek 7 in 1 sebesar Rp 384,7 miliar untuk
membangun 12 gedung baru. Sepuluh gedung di ULM Kota Banjarmasin dan dua gedung
di kampus ULM Kota Banjarbaru.
Adapun
ihwal isu karantina dan kumpul-kumpul civitas akademika pendukung Sutarto Hadi,
Siti Aisyah berasumsi tidak ada aturan yang melarang salah satu calon rektor
untuk bertemu tatap muka dengan para koleganya. Siti Aisyah merasa perlu
meluruskan heboh pemberitaan Pilrek ULM di situs kumparan.com/banjarhits
untuk meredam isu yang kadung berkembang liar.
“Saya
hanya ingin memastikan berita itu bukan pesanan. Tapi saya lihat pemberitaan di
banjarhits.id sudah
berimbang karena ada konfirmasi ke Pak Sutarto Hadi,” ucap Siti Aisyah.
Siti memastikan bersikap netral
terhadap ketiga kandidat calon rektor ULM. Menurut Siti, institusi ULM harus
meluruskan kisruh pemberitaan itu demi menjaga nama baik ULM dan menghindari
fitnah yang menjatuhkan ULM. Melalui klarifikasi ini, Siti Aisyah berharap
masyarakat makin gamblang dan jernih melihat tahapan proses Pilrek ULM.
Sebelumnya, pejabat pengelola dana
bantuan Islamic Development Bank (IDB) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM),
A Syamsu Hidayat, mengatakan kolega civitas akademika ULM kubu Sutarto Hadi
sempat berkumpul untuk buka puasa bersama di Hotel Mercure Kota Banjarmasin.
Namun, Syamsu membantah tuduhan penggunaan duit IDB untuk mendanai penggalangan
suara ketika Pilrek ULM.
“Kami memang berkumpul di Mercure
Hotel bukan untuk dikarantina, tapi buka puasa bersama. Kami menginap di hotel
tersebut, dan tak menggunakan dana IDB. Itu tuduhan yang ngawur dan
mengada-ada,” kata Syamsu Hidayat ketika dikonfirmasi, Selasa malam (29/5).
Syamsu heran atas tuduhan memakai
dana IDB yang keperluannya untuk membangun 12 gedung baru di ULM. “Kami katakan
sekali lagi, semua tuduhan itu tak berdasar dan menjurus fitnah,” kata Syamsu.
Rapat tertutup Senat Universitas
Lambung Mangkurat (ULM) pada 30 Mei lalu, resmi memunculkan tiga nama Bakal
Calon Rektor ULM periode 2018-2022. Ada 58 anggota Senat pemilik hak suara
memilih tiga dari empat bakal calon rektor ULM periode 2018-2022.
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara
pada tahapan penyaringan calon Rektor ULM, perolehan suara setiap kandidat
sebagai berikut:
1. Sutarto Hadi (31 suara)
2. Zairin Noor Helmi (17 suara)
3. Hadin Muhjad (9 suara)
4. Husaini (1 suara)
Ketiga nama Calon Rektor ULM teratas
kemudian disampaikan ke Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Menristekdikti punya 35 persen hak suara untuk menentukan siapa yang paling
berhak menduduki kursi Rektor ULM untuk empat tahun ke depan.
Ada empat guru besar yang maju
Pilrek ULM. Mereka terdiri dari Prof DR Zairin Noor (Dekan Fakultas Kedokteran
yang juga guru besar), Prof DR Hadin Muhjad (Guru Besar Hukum Administrasi
Fakultas Hukum ULM), Prof DR Husaini (Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran ULM), dan rektor inkamben Prof DR Sutarto Hadi (Guru Besar
Matematika FKIP ULM). (Tim banjarhits.id/kumparan.com/afdi)
