Samsul Daulah Perjuangkan Pendidikan Islam
Banjarmasin, BARITO
Pendidikan adalah inventasi jangka panjang dalam membangun sebuah bangsa. “Masa depan bangsa, sangat tergantung dan dipengaruhi oleh sejauhmana mutu pendidikan yang didapat generasi muda sekarang. Untuk mencetak generasi cerdas dan berkarakter, Pendidikan Islam mempunyai peran strategis,” ujar Caleg DPR RI Samsul Daulah, Selasa (19/3/2019).
Menurutnya, regulasi pendidikan sekolah harus diubah, terutama penting mengacu kepada pendidikan Islam. “Saat ini anak-anak bersekolah mulai pukul 08.00 sampai 16.00,, dan ke depan harus ada perubahan waktu mulai 08.00 sampai 13.00. Ya, sisa waktu sore hari bisa dipergunakan anak-anak untuk belajar agama Islam seperti Al Qur'an dan lainnya,” ucapnya.
Ini menunjukkan, sambungnya, kualitas program dalam mencerdaskan kehidupan anak-anak dengan aspek keadilan serta pemerataan bagi semua usia sekolah. “Artinya tidak ada lagi anak yang tidak bisa baca tulis Al Qur'an,” tandas Caleg Partai Bulan Bintang ini. Aktivis LSM ini memastikan, jika generasi muda bangsa dapat memperoleh layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu, maka bangsa ini akan mempunyai generasi emas bangsa.
Dari situ, ungkapnya, akan terlahir manusia-manusia baru yang berkapasitas dan berpotensi serta berdaya saing yang memegang peran penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan. Samsul Daulah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019. “Mari gunakan hak pilih, dan jangan golput agar pembangunan anak bangsa ke depan dapat terlaksana,” imbuhnya. (afd)
Banjarmasin, BARITO
Pendidikan adalah inventasi jangka panjang dalam membangun sebuah bangsa. “Masa depan bangsa, sangat tergantung dan dipengaruhi oleh sejauhmana mutu pendidikan yang didapat generasi muda sekarang. Untuk mencetak generasi cerdas dan berkarakter, Pendidikan Islam mempunyai peran strategis,” ujar Caleg DPR RI Samsul Daulah, Selasa (19/3/2019).
Menurutnya, regulasi pendidikan sekolah harus diubah, terutama penting mengacu kepada pendidikan Islam. “Saat ini anak-anak bersekolah mulai pukul 08.00 sampai 16.00,, dan ke depan harus ada perubahan waktu mulai 08.00 sampai 13.00. Ya, sisa waktu sore hari bisa dipergunakan anak-anak untuk belajar agama Islam seperti Al Qur'an dan lainnya,” ucapnya.
Ini menunjukkan, sambungnya, kualitas program dalam mencerdaskan kehidupan anak-anak dengan aspek keadilan serta pemerataan bagi semua usia sekolah. “Artinya tidak ada lagi anak yang tidak bisa baca tulis Al Qur'an,” tandas Caleg Partai Bulan Bintang ini. Aktivis LSM ini memastikan, jika generasi muda bangsa dapat memperoleh layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu, maka bangsa ini akan mempunyai generasi emas bangsa.
Dari situ, ungkapnya, akan terlahir manusia-manusia baru yang berkapasitas dan berpotensi serta berdaya saing yang memegang peran penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan. Samsul Daulah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019. “Mari gunakan hak pilih, dan jangan golput agar pembangunan anak bangsa ke depan dapat terlaksana,” imbuhnya. (afd)
