Arus Balik Meningkat 30 Persen, DLU Pastikan Keselematan
Penumpang
Banjarmasin,
BARITO
Kepala Cabang Darma Lautan Utama
(DLU) Banjarmasin Anton Wahyudi mengungkapkan,
arus balik penumpang mengalami peningkatan
tajam sebesar 30 persen jika dibanding tahun lalu.
Apalagi arus balik masih panjang dan
penumpang dari Surabaya ke Banjarmasin rata-rata 1.000 oranng. “Ya, kenaikan 30
persen tahun 2018 ini jika dibanding tahun 2017 lalu, sebab daya angkut kapal DLU
sangat besar seperti KM Kirana 9 dan KM Kumala,” ujar Anton saat dikonfirmasi,
Kamis (12/7).
Menurutnya, kapal DLU memiliki
tingkat keselamatan yang paling tinggi, bahkan instansi terkait menyarankan
agar semua kapal dapat mencontoh DLU dalam menjaga keselamatan penumpangnya.
“Kami menyiapkan 1.600 alat keselamatan, sementara penumpang hanya 1.100 orang.
Ini harus dijadikan antisipasi jika penumpang membludak, sehingga ketika
berlayar terjamin keselamatan penumpang,” beber pria berdasi ini.
Meski demikian, sambungnya, memang
moment arus balik masih berlangsung, mengingat anak-anak baru masuk sekolah
pada 16 Juli 2018, sedang bagi mereka ada juga yang baru masuk kantor, sehingga
masih ada kesempatan untuk pulang melalui arus balik kapal. “Kalau naik pesawat,
tiket masih mahal. Coba bayangkan, mending naik kapal laut dari Surabaya ke
Banjarmasin, apalagi rombongan,” tuturnya.
Sementara arus keberangkatan, kata
Anton tetap normal seperti biasa pasca lebaran, dan angkutan truk pun tetap ada
tujuan Surabaya.
Ia memastikan, dengan banyaknya penumpang kondisi keamanan
kapal relatif aman, mengingat DLU selalu
mengadakan manajemen keselamatan kapal, uji petik kapal, bahkan mampu mendapat piagam layanan prima.
‘Ya, manifes cukup terdata, kapasitas tidak melebihi, tiket online, sehingga
wajar seharusnya regulator mewajibkan setiap kapal memiliki alat keselamatan,
termasuk anak buah kapal,” katanya.
Itu menunjukkan keseriusan dalam
melayani penumpang, kata Anton, ditambah kepemilikan sertifikasi standar keselamatan
oleh instansi terkait, serta anak buah kapal yang punya surat kecakapan pelaut,
dan lainnya . “DLU setiap dua minggu menggelar safety drill, untuk keselamatan,
sebab kecepatan penyelematan penumpang harus diuji. Dan kantor DLU pun
mempunyai safety drill, sebab selalu diadakan audit,” imbuhnya. (afdi)
